Sunday, February 15, 2009

Injil dan Manusia

Kata "Injil" artinya "Kabar Baik." Karena kita tidak mungkin datang ke hadapan Allah dengan dosa-dosa kita, maka Allah mengutus Yesus mati untuk menebus dosa-dosa kita, dan kemudian membangkitkan Dia dari kematian pada hari yang ketiga.

"Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil... bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari ketiga, sesuai dengan Kitab Suci."
1 Korintus 15:1-4

INJIL ADALAH KRISTUS YANG MATI UNTUK MENEBUS DOSA-DOSA KITA DAN BANGKIT KEMBALI DARI KEMATIAN.

YESUS MERUNTUHKAN RINTANGAN DOSA DENGAN MATI UNTUK MENEBUS DOSA-DOSA KITA, DAN BANGKIT KEMBALI DARI KEMATIAN.

Banyak orang percaya dengan sungguh-sungguh bahwa Yesus mati dan bangkit kembali dari antara orang mati; tetapi apakah yang dimaksud Alkitab dengan mengatakan bahwa Yesus mati "untuk menebus dosa-dosa kita"? Bagaimanakah kematianNya meruntuhkan rintangan antara Allah dan manusia?

MASALAHNYA:
ALLAH HARUS MENGHUKUM DOSA


Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa karena Allah itu suci dan adil, Dia harus menghukum dosa.

"Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka." Efesus 5:6

"Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman." Roma 1:18


ALLAH HARUS MENCURAHKAN
MURKANYA ATAS DOSA

Keadilan Allah menuntut bahwa manusia harus membayar dosa-dosa yang sudah dilakukan terhadap Allah yang Suci dengan cara menderita hukuman Allah yang kekal. (Juga lihat 2 Tesalonika 1:8-9, Matius 25;46, Wahyu 20:10) Bagaimana Kristus membebaskan kita dari murka Allah melalui kematianNya sendiri, dapat dijelaskan dengan tiga langkah.

No comments:

Newer Post Older Post Home